20 Maret 2010

Kode Kehormatan Pramuka


Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
[sunting] Satya

Satya adalah :

* Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;

* Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;

* Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya"
[sunting] Dwisatya

Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai berikut :


Dwisatya Pramuka Siaga
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

* menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.
* setiap hari berbuat kebajikan.


[sunting] Trisatya

Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.

Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.

* Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :



Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
3. menepati Dasadharma.



* Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut :



Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. menepati Dasadarma.


[sunting] Dharma

Dharma adalah :

* Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.

* Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.

* Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;

* Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma"
[sunting] Dwidharma

Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :


Dwidarma Pramuka Siaga

* Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
* Siaga berani dan tidak putus asa.


[sunting] Dasadharma

Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:


Dasadharma

Pramuka itu:

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

25 Februari 2010

800 Sekolah di Yogya Terkoneksi Internet




YOGYAKARTA - Deputi Eksekutif General Manager Divisi Customer Service II wilayah Timur Indonesia Benny Hartono mengatakan saat ini setidaknya sudah ada 800 sekolah setingkat SMP, SMA dan SMK di DIY yang telah terkoneksi dengan sambungan internet. Pihak Telkom dengan melibatkan organisasi guru kemudian telah membuat bank soal untuk persiapan UN (Ujian Nasional) bagi mereka.

“Bank soal untuk siswa SMP, SMA dan SMK telah ada sebagai bahan try out bagi mereka menjelang UN,” kata Benny, usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X, di Yogyakarta, Selasa (23/2/2010).

Benny menjelaskan, untuk bank soal tersebut saat ini setidaknya telah tersedia 5.000-an soal. Nantinya bagi sekolah-sekolah yang siswanya mengakses terbanyak soal tersebut akan mendapatkan penghargaan dari Telkom. Program speedy education tersebut, ujar Benny, telah diluncurkan di Yogyakarta 18 Februari lalu.

“Bulan Juli kita ada final bagi sekolah yang siswanya mengakses terbanyak soal itu,” katanya

Sementara itu GM PT Telkom Yogyakarta Adiwarman menambahkan, keberadaan telepon kabel saat ini ternyata masih tetap eksis meski puluhan operator telepon seluler beredar. Selain itu antusias masyarakat untuk memasang telepon kabel saat ini juga dibarengi dengan keinginan mereka untuk berlangganan internet. Menurut Adiwarman, jumlah pelanggan telepon kabel sekarang ini mencapai 200 ribu. Sedangkan untuk pelanggan speedy mencapai 25 ribu orang.

“Jumlahnya kita terus tingkatkan terus baik untuk telpon kabel maupun speedy-nya," kata Adi.

Adi menambahkan, agar tetap bisa terus bersaing dengan operator seluler lainnya fasilitas tambahan untuk speedy dari Telkom akan terus ditambah selain internet yaitu televisi. Sementara untuk kapasitas sambungan speedy yang tersedia saat ini masih terbuka.

“Kapasitas bagi pelanggan baru di DIY masih terbuka," katanya. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)